Ulasan Novel Dwilogi ; Mahar Untuk Maharani dan Lelaki Pilihan Maharani (bagian MUM)

By Nanda Destiyani - Maret 09, 2019




Bismillahirrahmanirrahim..

Selalu deh, buku terbitan hasil karya tangan ajaibnya a Azhar jadi yang terfavorit, yang selalu diincar, yang selalu diperjuangkan *eh apa sih wkwk. Pamer dikit boleh ya? Hampir semua karya a Azhar saya punya hehe kecuali "Jatuh" dan "Pertanyaan Untuk Kedatangan", Insya Allah keduanya akan segera kupinang hehe.

Pertama liat a azhar posting cover buku terbarunya, tanpa liat sinopsis dulu atau detail bukunya seperti apa, pasti langsung chat admin Azharologia dan langsung pesen! Kenapa seyakin itu sama karya a Azhar sih, nan? Haha saya tuh udah jatuh cinta sama karya-karya beliau dari novel pertamanya yang berjudul "Tuhan Maha Romantis", karena pada masanya ngerasa pas aja gitu sama apa yang a Azhar tulis di novel ituπŸ˜… *okeskip

Langsung ke topik deh ya hehe
Yang pertama akan saya review jelas buku pertama dari Dwilogi novel ini, yaitu Mahar Untuk Maharani

Judul Buku : Mahar Untuk Maharani
Penulis : Azhar Nurun Ala
Penerbit : Lampudjalan
Cetakan pertama : Desember 2017

Mendengar kata "Mahar", pastinya membuat diri ini yang sudah memiliki usia 22-an merasa ingin juga diberi mahar wkwk. Di usia yang sudah sering dikasih undangan teman, usia yang sudah sering ditanya "kapan sebar undangan?", Di usia yang sedang dilanda kesepian πŸ˜‚Nah, novel ini kaya cocok aja sama saya yang kala itu (sebelum menikah) pas untuk dibaca.

Novel ini punya tema yang hampir sama dengan novel Tuhan Maha Romantis (TMR), kisah tokoh utama laki-laki yang galau demi memperjuangkan wanitanya. Dan seseorang yang dilanda dilema "setelah lulus kuliah mau langsung nikah, bekerja, atau melanjutkan pendidikan?

Pun juga novel ini memiliki pesan religi, hampir disetiap karya a Azhar pasti ada pesan religinya. Itu salah satu faktor kenapa saya bisa memasukkan novel a Azhar Di daftar novel terfavorit saya.

Bercerita tentang seorang laki-laki bernama Salman, yang sedang memperjuangkan masa krisisnya di kampus; mahasiswa tingkat akhir pejuang skripsi. Mungkin karena skripsi yang tak kunjung selesai, Salman memutuskan untuk pulang kampung. Tapi ada hal mengganggu pikirannya, karena beberapa minggu terakhir sebelum pulang kampung ibunya selalu menelpon Salman, menanyakan kapan ibunya diundang untuk datang ke acara wisuda. Alasan yang banyakpun sudah disiapkan oleh Salman, dengan harapan ibunya akan kehabisan kata dan berhenti mencemaskan Salman.

Permulaan kisah cinta Salman diawali dengan ia salah memeluk seorang perempuan yang ia kira ibunya. Maharani namanya, seorang wanita Sholihah teman sepermainan Salman semasa kecil. Kisah cintanya pun dibumbui dengan cinta segitiga. Ya, hadirnya Dimas ditengah-tengah Salman dan Maharani. Dimas adalah teman kecil Saman dan Maharani juga. Dimas telah mencuri start duluan! Lebih dulu mendekati Maharani. Namun, bukan Salman namanya kalau langsung mundur hanya karena ada pesaing lainnya.

Amor Vincit Omnia. Love conquers all. Cinta akan menaklukan segalanya. 

kalimat diatas adalah kalimat yang ada juga di novel a azhar berjudul Tuhan Maha Romantis.





"Ran, bisnya udah jalan. Mohon do'anya ya.. aku janji bakal segera beresin skripsi dan pulang ke sini lagi"
(Hlm. 104)

Maharani seolah menjadi salah satu alasan penguat Salman untuk segera menyelesaikan skripsinya. Ah, jatuh cinta jika menyikapinya dengan hal positif pasti selalu membawa pengaruh besar yang baik ya😍

Mahar apa yang tepat untuk wanita seanggun Maharani? Teman kecil yang setia menemani di masa-masa tersulit dalam hidupnya dua belas tahun lalu, manusia yang menyulapnya menjadi laki-laki berbeda, gadis yang telah membangkitkan jiwa kompetitif di dalam dirinya, dan karenanya ia memaksa untuk tampak lebih unggul dibanding sahabatnya sendiri; Dimas Suherman.

Jadi, kira-kira mahar apa yang tepat? Emas sekian gram dan seperangkat alat sholat sepertinya terlalu biasa. Baginya Maharani terlalu spesial, dan orang yang spesial selalu layak mendapat hal-hal yang spesial pula.

Novel ini disetiap babnya selalu dibikin penasaran sehingga membuat pembaca ingin segera menyelesaikan hingga akhir. Kekurangannya pun tertutupi oleh bahasa yang mudah dimengerti pembaca juga alur cerita yang seru. Jadi ingat waktu baca novel TMR, dua hari pun selesai haha karena lagi halangan dan liburan jadi bisa secepat itu bacanya. Ya salah a Azhar sih, kenapa buat karya sebagus itu seolah pembaca masuk ke dalam cerita hehe 

Dari novel ini juga, menyadarkan pembaca akan perkara jodoh adalah rahasia Allah dan jodoh adalah takdir ikhtiar. Ya, harus diikhtiarkan, jika sudah diikhtiarkan tapi menurut Allah tidak, ya mundur saja. Insya Allah akan ada yang lebih baik.

Dibalik pengharapan yang besar dan ikhtiar yang cukup, perlu diiringi kepasrahan yang besar pula. 
Jika memang berjodoh, itu pertanda semesta mendukung kalian bersama :')
*Melow deh πŸ˜‚*

Bagaimana perjuangan Salman berikutnya ya? Kira-kira bersatukah dengan Maharani?
Yuk kita lanjut review novel kedua dari Dwilogi novel ini; Lelaki Pilihan Maharani

(Ada di postingan selanjutnya. Sabtu, 6 April 2019. Jam 21.00 WITA/20.00 WIB)



koleksi buku karya a Azhar yang saya punya

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar