#HOW WE MET : MY WEDDING STORIES - SYARAT MENIKAH BEDA PROVINSI

By Nanda Destiyani - Mei 12, 2019

Bismillaah..

Kali ini, saya mau sharing ke temen-temen cerita pernikahan saya dengan suami. Lebih tepatnya juga sembari kasih beberapa tips gimana syarat menikah dengan orang yang beda provinsi atau pulau, seperti saya dan suami. Sebenarnya, proses ta'aruf yang kami jalani ini tidak begitu syar'i karena mediatornya adalah orang tua sendiri, sebetulnya juga berat rasanya kalau disebut ta'arufan karena tidak sepenuhnya memenuhi syarat.

Saya dan suami terbilang cukup lama saat menjalani proses ta'aruf karena beberapa hal, kurang lebih 6 bulan lamanya. Seperti kebanyakan yang orang bilang, saat ta'aruf pasti ada saja ujiannya. Saya pun merasakannya, perasaan ragu dan takut selalu dihantui seperti setan tak sudi membiarkan dua anak adam ini untuk bersama mengarungi pernikahan yang suci. 

"Nan lo gak takut nanti jauh dari ortu?", "Nan, lo kan belum kenal deket sama dia?", "Nan, dia baik atau enggak kan lo gak tau?","Nan, dia sempet susah moveon loh, yakin?", "Nan,", "Nan", blablablablabla daaaan beberapa pertanyaan "nyeremin" lainnya yang selalu datang. Jawaban saya hanya satu, "Insya Allah dia yang terbaik dari Allah", hehe ya meski itu jawaban yang paling sok tegar sih menurut saya. Mencoba yakin lebih tepatnya walau rasa takut sering bersemayam dipikiran. Untuk menepis rasa itu semua, istikharah yang saya lakukan sangat rutin guna untuk membuat rasa yakin menjadi semakin yakin, dan menghapus rasa ragu yang mulai semakin tak menentu. Bahkan saat menjelang pernikahan pun sholat istikharah masih  saya lakukan. 







Langsung ke syarat apa aja sih kira-kira yang dibutuhkan saat ingin mendaftar nikah di KUA?

Dimulai dari si calon suami yang mempersiapkan berkasnya, karena akan menikah di tempat calon istri, jadi calon suami dulu yang mempersiapkan kebutuhan berkasnya.

1. Surat Pengantar Nikah
Sebelum melengkapi berkas syarat-syarat yang harus dikumpulkan untuk melaksanakan nikah beda provinsi, berikut surat-surat pengantar nikah beda provinsi yang harus dikumpulkan sebagai salah syarat utama pelaksanaan pernikahhan beda provinsi atau beda pulau. Di antaranya sebagai berikut:
  1. Surat keterangan domisili dari Ketua RT
    • Surat keterangan domisili akan menikah ditujukan untuk kantor kelurahan atau kanto kepala desa.
  2. Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan atau Kantor Kepala Desa
    • Blangko surat pernyataan belum nikah atau Kawin
    • Surat keterangan untuk nikah (Model N1)
    • Surat keterangan asal-usul (Model N2)
    • Surat persetujuan mempelai (Model N3)
    • Surat keterangan tentang Orang Tua (Model N4)
    • Pengantar surat keterangan numpang nikah di Kabupaten & Provinsi calon mempelai wanita
  3. Surat pengantar dari KUA Kecamatan ke Kecamatan tempat menikah.
  4. Sura keterangan pemeriksaan nikah dari KUA setempat domisili untuk ke KUA setempat pelaksanaan akad nikah.
2. Membuat Surat Numpang Nikah
Berdasarkan pengalaman suami saya beberapa hari lalu, syarat numpang nikahnya di antaranya yang dilampirkan adalah sebagai berikut:
  • Foto Kopi Kartu Keluarga
  • Foto Kopi KTP Calon Pengantin Pria
  • Foto Kopi KTP Calon Pengantin Wanita
Jikalaupun diminta untuk melengkapi berkas adalah Foto Kopi KTP dari mempelai wanita. Waktu saya membuat pun hanya diminta tiga foto kopi tersebut dan dengan nama bapak calon istri.
Karena data-data foto kopi kartu keluarga, kedua calon pengantin yang disampaikan ke kantor kelurahan nantinya untuk dibuatkan surat keterangan nikah, misal, seperti:
  • surat keterangan asal usul (Model N2),
  • surat keterangan data diri orang tua (Model N4),
  • surat pernyataan masih jejaka untuk pria,
  • surat persetujuan mempelai (Model N3),
  • surat keterangan jalan,
  • dan surat rekomendasi nikah KUA dari domisili pengantin pria.

Cara Buat Surat Rekomendasi Nikah KUA

Pada bagian ini tidak kalah penting. Tapi sebenarnya sudah saya bahas sedikit di atas. Jadi setelah saya mendapatkan surat-surat N1, N2, N3, dan N4 yang bisa kita dapatkan dari kelurahan, sebelum saya ke KUA.
Jadi surat yang didapatkan dari kelurahan nantinya harus kita tujukan ke KUA, di antaranya, untuk dibuatkan surat rekomendasi nikah yang akan dibuatkan oleh pihak KUA domisili.
Dan nantinya akan disampaikan ke pihak KUA tempat pelaksanaan akad nikah.

3. Serahkan Semua Berkas ke Calon Mempelai Wanita
Selanjutnya serahkan berkas yang sudah siap di atas ke mempelai wanita untuk diurus pengajuan pernikahannya.
Jadi, nantinya kembali akan dilengkapi untuk membuat surat numpang nikah dan mengajukan untuk kebutuhan syarat menikah di tempat mempelai wanita:
  1. Foto Kopi KTP Calon Pengantin
  2. Foto Kopi KTP Kedua Orang Tua
  3. Foto Kopi Kartu Keluarga
  4. Foto Kopi Akte Kelahiran atau Foto Kopi Izasah Terakhir
  5. Surat Rekomendasi KUA
  6. Surat N1 – N IV Dari Kantor Desa
  7. Surat Keterangan Jejaka Bermaterai Rp6 ribu.
  8. Foto Ukuran 2 x 3 4 lembar, 3 x 4 2 lembar, dan 4 x 6 1 lembar background atau berlatar belakang biru.

Jadi ada beberapa prosedur mengurus surat nikah beda provinsi yang harus kita lalui, dan saya kali ini membahasnya dengan lengkap dan detil. Karena ini termasuk persyaratan nikah beda kota di luar Provinsi domisili.
Dan syarat ini berlaku baik sebagai syarat numpang nikah pria maupun syarat numpang nikah wanita yang akan menikah di daerah lain di luar daerahnya. Adapun syarat nikah beda provinsi yang harus dilampirkan adalah sebagai berikut:
  • 1 Foto diri pemohon dan calon mempelai (pria-wanita) background biru ukuran 4×6 (masing-masing 1).
  • 1 fotocopi Kartu Keluarga (KK) dari keluarga pemohon dan dari keluarga calon istri.
  • 1 fotocopi KTP pemohon.
  • 1 fotocopi KTP ayah pemohon.
  • 1 fotocopi KTP ibu pemohon.
  • 1 fotocopi KTP ayah calon mempelai pemohon.
  • 1 fotocopi KTP ibu calon mempelai.
  • 1 fotocopi Akte kelahiran pemohon.
Nantinya syarat-syarat di atas akan menjadi surat jalan dan surat numpang nikah seperti:
  • Surat N1 (surat keterangan untuk nikah)
  • Surat N2 (surat keterangan asal usul)
  • Surat N3 (surat persetujuan mempelai)
  • Surat N4 (surat keterangan data diri orang tua)
  • Surat keterangan pengantar numpang nikah
  • Blanko keterangan belum pernah menikah (jejaka) atau sudah pernah menikah (Duda/Janda) – Akta Perceraian atau Surat Kematian.
Setelah syarat nikah beda provinsi dapat dipenuhi, selanjutnya adalah dengan mengikuti proses atau cara mengurus surat nikah beda provinsi berikut:
Langkah pertama adalah bisa menghubungi Ketua RT untuk meminta surat keterangan domisili untuk menikah dan surat keterangan akan menikah yang akan ditujukan ke Kantor Kelurahan atau Kantor Desa domisili pemohon.
Namun, jika sudah kenal dengan pihak kelurahan, untuk mempersingkat waktu bisa langsung ke kantor kelurahan tanpa harus ke pihak RT. Nanti setelahnya laporan saja akan melaksanakan pernikahan.
Langkah kedua, syarat – syarat di atas, dari foto kopi, foto diri, dan lain-lain di bawa ke kantor kelurahan untuk dibuatkan Surat N1, N2, N3, dan N4, serta disertkan blangko surat pernyataan belum menikah atau kawin.
Langkah ketiga, dari kantor kelurahan untuk segera mengurus ke kantor KUA setempat wilayah domisili yang sama dengan kantor keluragan. Di antaranya, untuk di foto kopi Surat N1 dan Surat N3 untuk diserahkan ke KUA Kecamatan.
Di Kantor KUA nantinya, pemohon akan mendapatkan satu surat pengantar dari KUA Kecamatan untuk diserahkan ke KUA tempat menikah.
Selain itu juga, KUA akan memberikan surat keterangan pemeriksaan nikah dari KUA domisili kepada KUA tempat menikah.

Terakhir, setelah syarat-syarat nikah beda Provinsi di atas sudah disiapkan yang diperlukan selanjutnya adalah mengurus ke tempat akan dilaksanakannya akad nikah.
Misal, dalam hal ini di rumah calon mempelai perempuan atau di tempat calon istri. Maka syarat yang sudah didapatkan diatas berikut dengan surat pengantar nikahnya serta kembali dilengkapi dengan kebutuhan data diri dan foto kopinya dibawa ke kantor KUA Kecamatan tempat pelaksanaan menikah.
Dan saat proses ini berlangsung untuk persiapan, disiapkan juga data-data berikut ini:
  • Fotocopy Buku nikah bapak / ibu calon mempelai pria.
  • surat keterangan sehat asli dari dokter atau puskesmas.
  • foto 2×3 sebanyak 5 lembar background merah/biru
  • foto 4×6 sebanyak 6 lembar background merah./biru
Dan berikut hal – hal yang akan ditanyakan oleh petugas KUA Kecamatan tempat akan menikah kepada calon pengantin pria dan wanita
  • Nama lengkap calon pengantin pria dan perempuan
  • Nama lengkap bapak kandung pengantin pria dan perempuan
  • Tanggal, bulan, tahun lahir bapak kandung pengantin pria dan perempuan
  • Nama lengkap ibu kandung pria dan perempuan
  • Tanggal, bulan, tahun lahir ibu kandung pengantin pria dan perempuan
  • Nama lengkap kakek dari bapak kandung dari calon pengantin perempuan
  • Calon mempelai perempuan diminta menuliskan mas kawin di formulir.

4. Membayar Biaya Numpang Nikah
karena waktu itu saya minta tolong kepada amil untuk mengurus kelanjutan berkas, jadi ada biaya tambahan "uang capek" untuk bapak itu hehe tidak banyak, hanya sekitar Rp. 150.000 saja waktu itu. Untuk biaya administrasi di KUA dikenakan biaya sebesar Rp. 1.500.000.

Setelah semua selesai, dilakukan penandatanganan formulir yang telah ditulis dan disepakati. Itulah informasi yang sederhana tentang syarat nikah beda provinsi dan cara mengurusnya. Semoga bermanfaat.

sumber diambil: https://infokua.com/syarat-nikah-beda-provinsi-2019/
Hampir keseluruhan prosesnya sama, hanya ada beberapa yang saya tambahkan sesuai pengalaman yang didapat.


Oia, bagi yang penasaran sama cerita gimana saya dan suami bisa menikah, bisa dilihat di youtube chanel suami ya hehe

@AdityyaRegas
klik di sini,
How We Met






  • Share:

You Might Also Like

1 komentar