Interprestasi atas puisi "Hujan Bulan Juni"

By Nanda Destiyani - April 15, 2016

Interprestasi atas puisi "Hujan Bulan Juni" karya Annisa Larasati, di Novel Tuhan Maha Romantis.



Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

(Kepada hujan, barangkali kita memang perlu mengucapkan terima kasih yang dalam. Hadirnya telah membuat apa-apa yang terungkap tetap rahasia. Karena ternyata, hujan tak hanya menghapus rintik rindu, tapi juga melarutkan kenangan-kenangan. Membawanya pergi entah kemana, sebab laut tak pernah sanggup jadi muara buat segala. Jadilah kita tetap sendiri-sendiri--aku sendiri, kamu sendiri. Dan tak perlu lagi kita bicara janji)

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

(Kita pernah melangkah dan berhenti dengan irama yang sama. Kita pernah menatap bulan dari sudut yang sama. Kita jua menjadi sebab adanya pemaknaan-pemaknaan positif tentang jarak dan keterpisahan. Kita telah mencipta banyak pembenaran-pembenaran indah, dan itu pertanda kita ragu. Tapi hujan menghapus keraguan itu-sayangnya-bersama butir-butir cinta yang ada disana. Sayang sekali, memang. Tapi kita bahkan tak mampu memisahkan cinta dari keraguan-keraguan, apalagi meninggalkannya-jadi lupakan saja.)

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

(Tidak semua apa yang kita rasa perlu diungkapkan, bukan? Sebagian rasa memang membahagiakan ketika diungkapkan. Sebagiannya lagi menentramkan bila dipendam. Boleh jadi sisanya ada untuk dilupakan. Itukah yang kini kurasakan? Kau rasakan? Dalam diam kita, hujan memang terlalu banyak bicara. Tapi bagaimanapun, sampaikanlah terimakasih yang dalam padanya. Sebab--sekali lagi.--hadirnya telah membuat apa-apa yang tak terungkap tetap menjadi rahasia. Barangkali inilah cara kita menghapus rindu, membiarkannya larut bersama hujan yang tak pernah kita tahu pasti kapan ia hadir untuk melakukannya)

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar