#UntukYusuf #Part4 (belajar) Mengikhlaskan

By Nanda Destiyani - Mei 31, 2016

Jika akhirnya nanti kita tak dapat dipertemukan, setidaknya kamu pernah mengisi halaman demi halaman pada ceritaku.

Tak mengapa jikalau memang aku tak abadi di hatimu, setidaknya kamu abadi dalam ceritaku.

Apalagi nanti? Saat kita dipertemukan oleh 'orang lain' yang baik menurut-Nya, pesanku jangan pernah mencoba untuk ingat apalagi menceritakan apa-apa yang telah kita lewati bersama kepada dirinya. Itu hanya akan membuatnya sesak, sama saat aku menulis ini. Sama halnya seperti diriku, akupun tak akan menceritakan kepada orang yang akan menjadi pilihan-Nya.

(Belajar) Mengikhlaskan..
Bukankah luka di hati adalah tanda bahwa kita sedang belajar? Kita belajar bagaimana mengobatinya. Kita belajar membujuknya untuk tak lagi sakit walau tekanan menumpuki ruang-ruangnya. Kita belajar bernegosiasi dengan apa-apa yang siap menyakitinya. Bahwa bagaimanapun keadaan membuat hati terhimpit, kita masih bisa mengajak hati untuk menjadi lega sebab kita tahu bagaimana keluar dari himpitan itu.

Terkadang kita hanya ingin pergi sejenak, bukan untuk pergi dari masalah, tapi untuk menyisakan lagi ruang hati agar tak terlalu sesak. Agar ia lebih kuat lagi untuk menghadapi tumpukan rasa yang siap datang. Entah rasa apa saja.

Maka, wahai hati, bukankah ikhlas itu tanpa batas? Mari terus menjadi luas :')  (- Berbicara Pada Hati, Ahimsa Azaleaf -)

Tak mudah memang untuk membunuh kenangan indah yang pernah ada. Tapi, apa boleh buat? Mungkin itu adalah salah satu cara semesta menghukum kita yang pernah salah meletakan cinta pada sebuah hati,  seharusnya hanya pada do'a.

Sekali lagi, jika akhirnya nanti kita taj dipertemukan, Kamu harus seutuhnya mencintai yang akan menjadi pilihan-Nya, begitupun aku sebaliknya.

Dan detik ini, aku sedang (belajar) mengikhlaskan.. Mengikhlaskan apa yang terbaik menurut-Nya. Menahan semua perasaan yang ada, bersikap biasa saja saat kita berpas-pasan di koridor kampus. Merelakan apa yang menurutku pahit di masa datang.. Misalnya, kita tak di pertemukan.


Cinta Dalam Ikhlas, Kang Abay.

dalam hampa kurasa hadirMu
Sesak dadaku menghilang
Kuterima semua keputusanMu
Dan CintaMu yang kini kudamba selalu

Kuikuti Gravitasi hati
Kupasrahkan perasaan
Hanya padaMu kubertumpu, dan meminta
Dia milikMu...Sampaikanlah Pesanku

Reff :
Tak akan lupakanmu
Tapi kuharap bisa mengikhlaskan Cinta
Karena kuyakin rencanaNya lebih Indah
Jika berjodoh kita kan disatukanNya

Tak mau hapuskanmu
Tapi kurela melepasmu kepadaNya
Karena kuyakin pilihanNya yang terbaik
Jika tak bersatu, Allah kan pilihkan jodoh yang lebih baik


(Oke, malem ini melow maksimal :'D)


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar