WEDDING BLUES

By Nanda Destiyani - Mei 14, 2019


Pernikahan adalah suatu momen yang sakral, dan yang selalu dinanti-nantikan bagi setiap orang. Tapi, apa kalian semua tau setelah menikah itu pasti ada aja hal baru yang kita rasakan selain rasa bahagia. Apa itu? Wedding Blues! Wedding Blues itu apasih ? Menurut Psikolog, Nadia Pramesrani, M. Psi  “wedding blues bukanlah suatu gangguan atau kelainan, melainkan sebuah ungkapan perasaan. Orang yang terkena wedding blues biasanya akan merasakan kesedihan, kehilangan, selang beberapa minggu pasca perayaan pernikahan,

Menurutnya, wanita lebih rentan terkena sindrom ini. Mereka adalah sosok yang begitu sensitif terutama dalam hal perasaan, sehingga apabila ada sesuatu yang mengganjal, kesalahan dan menyinggung perasaannya setelah berumah tangga dengan suami, maka ia akan cenderung menutup diri yang akan membawanya terserang sindrom ini. Selain itu, perempuan biasanya memiliki intensitas kesibukkan yang lebih banyak dalam mempersiapkan pernikahan. Maka wajar saja, ketika hari raya terlewati, ia akan merasa hampa dan tidak tahu harus melakukan apa, tambahnya.

Bagi Nadya, di negara Indonesia, fenomena ini masih jarang terjadi. Ketika telah selesai dengan perayaan pernikahannya, they already had something else to look forward to. Misalnya mereka telah ada rencana untuk punya anak, sehingga mereka akan fokus pada hal tersebut. Pengalihan pikiran dan rencana masa depan seperti inilah yang akan membuat seseorang terbebas dari jerat wedding blues.

Perubahan-perubahan drastis yang terjadi pasca menikah terkadang membuat kita kaget dan bisa membuat diri merasa mengalami Wedding Blues, tadinya mungkin banyak kesibukan yang dilakukan di luar rumah, tiba-tiba setelah menikah menjadi lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah sehingga membuat kita bosan. Dan mungkin, yang tadinya hanya memperhatikan diri sendiri jadi kaget karena harus juga memperhatikan suami, hasilnya menjadi bingung apa yang harus kita lakukan kedepannya untuk suami.

Saya pun mengalaminya, di usia 2 setengah bulan pernikahan, Perasaan sedih karena jauh dari keluarga kerap datang menghampiri, Sensitif dalam segala hal, misalnya ditinggal suami pergi kerja saja sedihnya minta ampun. Selalu merasa kesepian padahal nyatanya tidak. Menurut penelitian yang dilakukan Laura Stafford seorang professor sekaligus direktur dari Bowling Green State University’s School of Media and Communication, serta Allison Scott Gordon, seorang profesor di University of Kentucky’s Department of Communication di tahun 2018 lalu, ditemukan ada 12% dari 152 wanita yang telah menikah dan mengalami depresi pasca pernikahan. Menurutnya pun itu sudah menjadi hal yang wajar menyerang seorang wanita pasca menikah. 

Lalu kira-kira apa sih yang harus kita lakukan khususnya para wanita untuk meminimalisir terjadinya Wedding Blues ini?
berikut tips sederhana dari saya hehe

1. Mencari kesibukkan baru dengan hal yang disukai
Ketika diri sudah mulai merasakan gejala wedding blues, coba deh lakukan hal yang kamu suka. Misalnya, kamu suka makeup, gabung dengan komunitasnya, ikut kelas makeup, otomatis kalau kamu gabung dengan komunitas itu, akan selalu ada agenda meet-up dsb. Atau, ikut kajian. Kalau menurut bahasa saya "Hunting Kajian", tiap minggu cari jadwal kajian yang memang dekat dari rumah. Kalau jauh, di zaman sekarang ini sudah tidak asing lagi dengan kajian online hehe gabung kajian online deh, Insya Allah iman secara tidak langsung akan ter-charge, wedding blues pun lewaaaat.

2. Membuat plan/wedding goals dengan suami
Tujuan pernikahan itu harus ada lhooo, mau punya anak berapa, asuransi pendidikan anak, dll-nya. Itu bertujuan agar pernikahan impian dengan suami bisa tercapai. Saat mengalami wedding blues kamu bisa mengajak suami untuk duduk bersama sembari menikmati nikmatnya secangkir kopi yang kamu buat dengan cinta ehehe lalu mulai menyusun tujuan pernikahan yang kamu dan suami inginkan. Dengan begitu, perasaan wedding blues akan mulai dilupakan karena menghabiskan waktu bersantai berdua sambil menyusun tujuan pernikahan tersebut.

3. Membuat jadwal nge-date bersama suami
Keluar rumah sebentar hanya sekedar duduk bersama di caffe langganan suami sambil saling bicara dari hati ke hati pun juga bisa melupakan perasaan wedding blues loh. Diselingi candaan tawa suami sembari bercerita tentang apa saja yang sudah dilewati selama ditinggal suami kerja, bahkan kita juga bisa menyusun tujuan pernikahan ini disaat kita ngedate sama suami hehe dua kali dalam sebulan pun cukup lah yaaa atau tiap malam minggu juga boleh wkwk

4. Meditasi dan Tilawah Qur'an setiap hari
Ini bagian terpenting sih menurut saya. Kamu bisa melakukan meditasi sederhana di rumah, sambil mendengarkan murotal tilawah qur'an Syaikh Mishari Rasyid misalnya. Meditasi itu apa sih, nan? Meditasi itu praktek rileksasi, dengan melibatkan pelepasan pikiran semua hal yang membebani atau mencemaskan sehingga membuat hati tidak tenang. Caranya gimana? yang sederhana saja, misal duduk dengan posisi ternyaman, tegak. Kita ambil contoh di sini dengan kaki bersila, posisi badan ditegakkan, pejamkan mata guna membuat kamu merasa lebih rileks dan fokus, jangan lupa pasang headset murotal tilawahnya. Ditambah, kalau kamu sering tilawah qur'an setiap hari, Insya Allah pikiran dan perasaan pun akan tenang, wedding blues pun melayang haha


Segitu dulu hehe, semoga bermanfaat :) 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar